Press Release Action Youth (AY) #4
Action Youth 4: Jejak Pengabdian Pertama di Tanah Papua
Pada Januari 2022, program Action Youth 4 berhasil dilaksanakan di Desa Yenanas, sebuah desa pesisir terpencil di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Akses menuju desa ini sangat terbatas dan hanya dapat dijangkau melalui perjalanan laut selama 8 jam menggunakan kapal nelayan dari Kota Sorong. Meskipun perjalanan panjang dan melelahkan, seluruh upaya tersebut terbayar lunas saat para relawan disambut hangat oleh masyarakat setempat dengan alunan tifa dan suling khas Papua, menyambut layaknya keluarga yang pulang ke rumah.
Sebanyak 58 relawan dari berbagai penjuru Indonesia tergabung dalam misi ini dengan semangat Aksi untuk Negeri, membawa harapan dan tekad untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di wilayah 3T. Program pengabdian ini dirancang secara spesifik dan relevan dengan kebutuhan lokal, mencakup empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta ekonomi kreatif dan pariwisata.
Di sektor pendidikan, 165 siswa SMA mendapatkan pelatihan motivasi dan informasi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Edukasi pencegahan pernikahan usia dini juga diberikan kepada para remaja sebagai bentuk perlindungan hak dan masa depan anak-anak Papua. Selain itu, diskusi dan pelatihan metode mengajar interaktif dilakukan bersama 8 guru lokal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Sektor lingkungan pun menjadi fokus utama. Relawan bersama pemuda desa mengelola sampah anorganik yang selama ini menjadi permasalahan, dan menyulapnya menjadi meja, kursi, serta papan informasi jalan yang berguna bagi masyarakat. Sebanyak 4 plang jalan dipasang sebagai bentuk nyata dari kepedulian terhadap tata kelola desa dan peningkatan estetika lingkungan.
Sebagai bagian dari kawasan wisata prioritas nasional, Desa Yenanas menyimpan potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, relawan mendampingi 5 ibu desa untuk memanfaatkan kekayaan alam seperti kerang menjadi produk kerajinan bernilai, seperti pot bunga dan suvenir lokal. Pelatihan digital marketing dan pengemasan produk juga diberikan untuk mendukung pertumbuhan UMKM desa dan memperluas jangkauan promosi produk unggulan mereka.
Pada sektor kesehatan, lebih dari 300 warga—mulai dari balita hingga lansia—mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi secara gratis. Pemeriksaan meliputi gula darah, kolesterol, asam urat, hemoglobin (Hb), tinggi badan, berat badan, serta perawatan gigi seperti pencabutan, aplikasi fluoride, dan distribusi obat-obatan. Di sekolah-sekolah, edukasi pola hidup bersih dan sehat diberikan kepada 102 siswa SD, mencakup praktik menyikat gigi, cuci tangan 6 langkah, dan kampanye gizi seimbang. Selain itu, pemeriksaan gizi terhadap 21 balita dilakukan secara door-to-door sebagai bagian dari upaya deteksi dan pencegahan stunting secara dini.
Seluruh kegiatan Action Youth 4 dilaksanakan dalam kurun waktu satu minggu, dengan kegiatan inti berlangsung secara intensif selama empat hari. Seluruh target yang dirancang sejak awal tercapai dengan baik, berkat sinergi yang solid antara relawan, masyarakat, dan aparat desa setempat. Program ini bersifat dapat dicapai dan terukur, dengan capaian yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi warga desa.
Action Youth 4 bukan sekadar perjalanan ke wilayah pelosok, tetapi merupakan tonggak awal pengabdian Indonesian Youth Action di Tanah Papua. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang mampu menyalakan harapan dan menciptakan perubahan nyata—meski dimulai dari langkah-langkah sederhana. Lebih dari sekadar pengabdian, inisiatif ini adalah wujud dari semangat gotong royong, kepedulian, dan komitmen untuk masa depan yang lebih baik bagi Papua dan Indonesia secara keseluruhan.

